Wednesday, 6 August 2008

Polisiku....oh ....Polisiku

Beginilah Polisiku....!

Kisah ini terjadi ketika kami Dinas luar kota (ke Kota Padang, kami dari Bukittinggi). ketika lewat depan Matahari Plaza Padang, kami di stop oleh dua orang polisi...oooo memang kiranya kami lupa menggunakan sabuk pengaman. habis... kami baru jalan sekitar 5-10 meter dari tempat kami berhenti.

setelah menanyakan prosedur baku (SIM, STNK), si Polisi (AFRINAL), mulai melakukan negosiasi dengan sopir kami, pertama si sopir minta pendapat kami. Ya..udah minta saja surat tilang, Si Polisi, tdk mau malah dia minta UANG Rp. 69.000., akhirnya si sopir konasultasi dengan kami lagi. Nggak usah minta saja surat tilang pesan kami sama sopir. Tapi akhirnya... mungkin si sopir tidak mau repot. sipolisi minta UANG rP. 50.000, tapi si sopir hanya memberi Rp. 25.000. dan itupun di terima oleh SI AFRINAL, si polisi kita.... polisis...polisi....!

Tuesday, 29 July 2008

Anakku suka memilih

Ketika Anakku Bertanya Tentang "ALLAH" -5

Suatu ketika kami menyuruh anak kami Sefza Auma Tiang Alam untuk mengerjakan PR-nya. kebetulan ketika itu saya sedang capek-capeknya pulang kerja. ketika disuruh mengerjakannya dengan Bundanya, dia malah minta sama saya..

Sefza.. sama bunda aja ya..? kata bundanya. nggak... sefza pingin sama ayah..katanya.
akhirnya ya .. dia mengerjakan PR-nya sama saya.

suatu ketika lagi, Bundanya sedang sibuk buat Program Komputer, lalu saya memintanya untuk membaca Al-Qur'an. Sefza baca Al-Qur'an sama ayah ya.. Tidak... katanya..sefza mau sama Bunda.. waduuuuh..anakku.

Ayah...Allah dimana Yah..?

Ketika Anakku Bertanya tentang "ALLAH" - 4


Kisah berikut terjadi setelah beberapa hari anakku "diwisuda" TK. Ayah.. katanya. Allah itu dimana sih..?. Allah itu selalu dekat kepada orang yang rajin Shalat, rajin mengaji, rajin belajar, jawab saya.
Sefzakan rajin belajar, tapi kok Sefza nggak pernah lihat Allah..? ketusnya lagi. Sayapun mulai bingung bagaimana menjawab pertanyaan tersebut yang sesuai untuk konsumsinya.

Sefza.. Allah itu tidak bisa kita lihat, tapi Allah bisa lihat kita, Allah itu Tuhan yang menciptakan kita semua, manusia, semua binatang, tumbuhan dan semua yang ada di Bumi. Anakku hanya diam... apakah dia mengerti atau tidak dengan jawaban saya

Sunday, 27 July 2008

Jangan bunuh Makhluk Allah

Ketika Anakku bertanta tentang "ALLAH" - 3

Suatu ketika anakku sedang mengejar kucing dan ingin melemparnya dengan batu, tapi tiba-tiba bundanya melarangnya, dengan berkata : Sefza, jangan dilempar nanti kucing itu mati bagaimana, kita tidak boleh membunuh makhluk Allah.

maka diapun tidak jadi melempar kucing tersebut, lalu dia langsung menghampiri bundanya.
Bunda...katanya, nyamuk itu makhluk Allah ya...?, ular itu apa juga makhluk Allah ya..?. Lalu bundanya menjawab.. iya itu semua makhluk Allah.

lalu dia bertanya lagi.. tapi kenapa kita boleh membunuh nyamuk...? dan ular kata teacher saya di sekolah juga boleh dibunuh

Setan Tidak Lari

Ketika Anakku Bertanya Tentang "ALLAH" -2

Suatu hari saya mengajak anak saya Sefza Auma Tiang Alam untuk sholat Ashar, tapi dia maleeeees bangat..lalu Bundanya bilang, sefza kalo malas coba baca A'uzubillahiminas Syaithanirrajiim...
lalu dia membaca yang yang disuruh oleh bundanya.

tapi dasar anak kecil, lalu dia bilang..tuh.. setannya nggak lari.. sefza malas nih sholat, berarti setannya kan nggak lari...
kami berdua senyum-senyum sambil gelang kepala.

Ketika Anakku Bertanya


Ketika Anakku Bertanya tentang "ALLAH" - 1


Anakku Sefza Auma Tiang Alam, yang lahir 5 tahun yang lalu tepatnya tanggal 8 Oktober 2002, sering membuat kami (saya dan isteri) kebingungan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memang sulit untuk dijawab. Untuk menjawab pertanyaannya yang "notebene" juga sulit dijawab jika ditanyakan oleh orang dewasa.


Suatu hari, anakku bertanya....

Yah...... planet itu dimana....? lalu saya menjawab.... nak.. planet itu banyak ada bumi, ada mars ada pluto... sekarang kita berada di planet bumi...dan planet yang lainnya jauh sekali

Kalo Power Ranger di planet Mars ya yah....?, sambungnya lagi...
Power Ranger itu hanya Film, hanya cerita saja...

tapikan Power Ranger punya pesawat terbang, jadi bisa ke mars sambungnya lagi.
iya..tapi Power Ranger itu hanya di film. trus... banyak orang tidak di Planet Mars..? sergahnya lagi..
Di planet mars tidak ada yang hidup, tdk ada orang, tidak ada binatang...jawab saya. Kenapa tidak ada yah...? sergahnya dengan cepat...?
waduhnya, saya saya makin kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan anakku.

Tuesday, 6 May 2008

KNOWLEDGE DISCOVERY PROCESS

A ROUGH SET-BASED KNOWLEDGE
DISCOVERY PROCESS

Oleh : SUpratman Zakir

Knowledge Discovery from Database (KDD) merupakan tahapan atau fase yang menyertai tahapan numeric, seperti Preperasi data, pencarian hipotesis untuk digeneralisasi, formasi pola, evaluasi knowledge, representasi serta manajemen. Proses yang multi fase tersebut merupakan methodology yang sangat penting untuk menemukan pengetahuan dalam data yang sesungguhnya.

Teory Rough set merupakan basic bagi KDD dan digunakan dalam KDD. Istilah knowledge discovery in databases (KDD) dan data mining sering kali digunakan secara bergantian untuk menjelaskan proses penggalian informasi tersembunyi dalam suatu basis data yang besar. Sebenarnya kedua istilah tersebut memiliki konsep yang berbeda akan tetapi berkaitan satu sama lain. Dan salah satu tahapan dalam keseluruhan proses KDD adalah data mining. Proses KDD secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut

Data Selection
Pemilihan (seleksi) data daru sekumpulan data operasional perlu dilakukan sebelum tahap penggalian informasi dalam KDD dimulai. Data hasil seleksi yang akan digunakan untuk proses data mining, disimpan dalam suatu berkas, terpisah dari basis data operasional.

Pre-processing/ Cleaning
Sebelum proses data mining dapat dilaksanakan, perlu dilakukan proses cleaning pada data yang menjadi fokus KDD.
Proses cleaning mencakup antara lain membuang duplikasi data, memeriksa data yang inkonsisten, dan memperbaiki kesalahan pada data, seperti kesalahan cetak (tipografi).
Juga dilakukan proses enrichment, yaitu proses “memperkaya” data yang sudah ada dengan data atau informasi lain yang relevan dan diperlukan untuk KDD, seperti data atau informasi eksternal.

Transformation
Coding adalah proses transformasi pada data yang telah dipilih, sehingga data tersebut sesuai untuk proses data mining. Proses coding dalam KDD merupakan proses kreatif dan sangat tergantung pada jenis atau pola informasi yang akan dicari dalam basis data

Data mining
Data mining adalah proses mencari pola atau informasi menarik dalam data terpilih dengan menggunakan teknik atau metode tertentu. Teknik, metode, atau algoritma dalam data mining sangat bervariasi. Pemilihan metode atau algoritma yang tepat sangat bergantung pada tujuan dan proses KDD secara keseluruhan.

Interpretation/ Evaluation
Pola informasi yang dihasilkan dari proses data mining perlu ditampilkan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang berkepentingan. Tahap ini merupakan bagian dari proses KDD yang disebut dengan interpretation. Tahap ini mencakup pemeriksaan apakah pola atau informasi yang ditemukan bertentangan dengan fakta atau hipotesa yang ada sebelumnya.


Proses KDD secara garis besar memang terdiri dari 5 tahap seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi, dalam proses KDD yang sesungguhnya, dapat saja terjadi iterasi atau pengulangan pada tahap tahap tertentu. Pada setiap tahap dalam proses KDD, seorang analis dapat saja kembali ke tahap sebelumnya. Sebagai contoh, pada saat coding atau data mining, analis menyadari proses cleaning belum dilakukan dengan sempurna, atau mungkin saja analis menemukan data atau informasi baru untuk “memperkaya” data yang sudah ada.


KDD mencakup keseluruhan proses pencarian pola atau informasi dalam basis data, dimulai dari pemilihan dan persiapan data sampai representasi pola yang ditemukan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang berkepentingan. Data mining merupakan salah satu komponen dalam KDD yang difokuskan pada penggalian pola tersembunyi dalam basis data.


Generalized Distribution Table and Rough Set System
GDT merupakan sebuah sistem induksi yang mudah untuk menemukan aturan-aturan pengklasifikasian dari database dengan data yang tidak lengkap dan tidak pasti (Zhong, dkk., 1998, Dong dkk., 1999a). Sistem tersebut didasarkan atas hibridisasi dari Tabel Distribusi Generalisasi (GDT, Generalization Distribution Table) dan metodologi Rough Set. Dari data pelatihan yang tidak lengkap, system GDT-RS dapat menghasilkan sekumpulan aturan dengan panjang deskripsi yang minimal (semi minimal), yang mempunyai kekuatan yang besar dan mencakup semua contoh-contoh.

Terdapat dua jenis atribut dalam sebuah database yaitu atribut kondisi dan atribut keputusan yang kadang disebut atribut kelas. Atribut kondisi digunakan untuk menggambarkan contoh-contoh yang memungkinkan dalam GDT, sedangkan atribut keputusan berhubungan dengan konsep-konsep (kelas-kelas) yang tergambar dalam sebuah aturan. Biasanya, sebuah atribut keputusan yang tunggal sudah merupakan semua yang dibutuhkan.
Sebuah GDT terdiri dari tiga komponen, yaitu contoh-contoh yang memungkinkan, generalisasi yang memungkinkan dari contoh-contoh, dan hubungan probabilitas antara contoh-contoh yang memungkinkan dan generalisasi-generalisasi yang memungkinkan.

Contoh-contoh yang memungkinkan, yang digambarkan di puncak baris GDT, ditetapkan oleh semua kombinasi yang memungkinkan dari nilai-nilai atribut dari suatu database. Generalisasi-generalisasi yang memungkinkan dari contoh-contoh, yang digambarkan oleh kolom kiri dari sebuah GDT, semuanya merupakan kasus-kasus yang memungkinkan dari generalisasi untuk semua contoh-contoh yang memungkinkan.

Hubungan-hubungan probabilitas antara contoh-contoh yang memungkinkan dan generalisasi-generalisasi yang memungkinkan , yang digambarkan dengan entri-entri Gij dari sebuah GDT yang diberikan, ditentukan dengan menggunakan distribusi probabilitas yang menggambarkan kekuatan hubungan antara contoh-contoh manapun dan generalisasi yang memungkinkan manapun. Distribusi utama diasumsikan menjadi seragam jika latar belakang pengetahuan tidak tersedia. Karena itu, hal ini dibatasi dengan
dimana Pij adalah j-th contoh yang memungkinkan, PG adalah i-th generalisasi yang memungkinkan, dan Npg adalah jumlah dari contoh-contoh yang memungkinkan yang memenuhi i-th generalisasi yang memungkinkan tersebut, contoh:

dimana Pgi{l} adalah nilai dari atribut l-th dalam generalisasi yang memungkinkan Pgi, dan nk adalah angka dari nilai-nilai dari atribut k-th. Pastinya, kita mempunyai EjGij =d1 untuk i apasaja.

Lebih jauh lagi, penemuan aturan tersebut dapat didesak oleh tiga tipe bias yang berhubungan dengan tiga komponen GDT, sehingga pengguna dapat memilih deskripsi-deskripsi konsep yang lebih umum dari sebuah level yang lebih tinggi atau konsep yang lebih khusus dari sebuah level yang lebih rendah, menyesuaikan kekuatan dari hubungan antara contoh-contoh dan generalisasinya, dan menentukan/memilih contoh-contoh yang memungkinkan (Zhong dkk., 1998).

Penyederhanaan Tabel Keputusan dengan GDT-RS
Proses penemuan aturan terdiri dari pemrosesan tabel keputusan termasuk seleksi dan pengurangan dari atribut-pelengkapan (fitur-fitur) yang relevan, dan penghasilan aturan keputusan yang tepat. Aturan-aturan keputusan yang relevan dapat disebabkan oleh aturan-aturan minimal (yaitu dengan panjang minimal dari sisi-sisi kirinya mengenai discernibility antara keputusan-keputusan) dengan menyetelnya (contohnya, menurunkan beberapa kondisi untuk mendapatkan aturan-aturan yang lebih general yang lebih baik dipredisposed untuk mengklasifikasian objek-objek yang baru walaupun objek-objek tesebut tidak mengklasifikasian dengan baik beberapa objek dari kumpulan pelatihan). Aturan –aturan yang relevan dapat disebabkan oleh kumpulan semua aturan-aturan yang minimal tersebut, atau dari sub-kumpulannya yang mencakup kumpulan objek-objek dari sebuah tabel keputusan yang diberikan. (Komorowski dkk., 1999; Pawlak dan Skowron, 1993). Sebuah pendekatan yang representatif untuk masalah dari generasi tersebut yang biasa disebut reducts relatif lokal dari atribut kondisi merupakan satu-satunya yang akan mewakili pengetahuan yang akan memelihara kedapatan dilihat antara objek-objek dengan menggunakan fungsi-fungsi kedapatan dilihat (Pawlak, 1991; Skowron dan Rauszer, 1992).

Jelas bahwa dengan menggunakan GDT satu contoh dapat dipasangkan dengan beberapa generalisasi-generalisasi yang memungkinkan, dan beberapa contoh-contoh dapat di generalkan ke dalam satu generalisasi yang memungkinkan. Penyederhanaan sebuah tabel keputusan dengan menggunakan sistem GDT-RS tersebut membawa pada satu kumpulan generalisasi minimal (atau sub-minimal) yang mencakup semua contoh-contoh. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan sesuatu yang relevan (yaitu: minimal atau semi-minimal yang berkenaan dengan ukuran gambaran) yang mencakup tentang contoh-contoh yang masih membolehkan kita untuk memecahkan konflik-konflik antara aturan-aturan keputusan yang berbeda yang mengenali objek-objek baru. Langkah pertama dalam sistem GDT-RS untuk generasi aturan keputusan didasarkan pada penghitungan reduct-reduct relatif lokal dari atribut-atribut kondisi dengan menggunakan metode matrik kedapatan dilihat (Bazan dan Szczuka, 2000; pawlak, 1991; skowron dan Rauszer, 1992).

Lagipula, dari pada mencari atribut-atribut yang dapat dikeluarkan, lebih baik mencari atribut-atribut yang relevan yang menggunakan sebuah metode bottom-up. Contoh-contoh yang cocok dengan generalisasi apapun dengan keputusan yang berbeda-beda sebaiknya dicek dengan (6). Jika level suara lebih kecil daripada satu nilai treshold, seperti sebuah generalisasi dianggap sebagai sesuatu yang masuk akal. Jika tidak, generalisasi tersebut akan bertentangan.

Lebih jauh lagi, sebuah aturan dalam GDT-RS dipilih menurut prioritasnya. Prioritas tersebut dapat dibatasi dengan jumlah contoh-contoh yang dicakup oleh sebuah aturan (yaitu semakin banyak contoh-contoh yang dicakup, semakin tinggi prioritas tersebut), atau dengan kekuatan aturan (Zhong dkk., 1998).

Mencari Algoritma Untuk Satu Kumpulan Yang Optimal Dari atribut
Sekarang kita membuat outline ide mencari algoritma untuk satu kumpulan aturan yang dikembangkan (Dong dkk., 1999a) dan didasarkan atas metodologi GDT-RS. Kita menggunakan sebuah tabel keputusan sampel yang terlihat dalam Tabel 1 untuk menggambarkan ide tersebut. Biarkan suara menjadi sebuah nilai treshold.




Langkah 1. Buat GDT tersebut
Jika latar belakang pengetahuan sebelumnya tidak tersedia, distribusi suatu generalisasi terdahulu dikalkulasikan dengan menggunakan persamaan (1) dan (2).

Langkah 2. Pertimbangkan kelas-kelas ketidakdapatan dilihat menurut atribut kondisi kumpulan C (seperti U1, U3 dan U5 dalam database sampel dari Tabel 1) sebagai satu contoh, yang disebut contoh gabungan (seperti U1=[U1] IND (a,b,c) dalam tabel berikut). Kemudian generalisasi-generalisasi kemungkinan dapat dikalkulasikan dengan benar.

Langkah 3. Untuk contoh U’ gabungan apapun (seperti contoh U’ dalam contoh di atas), biarkan d(U’) menjadi kumpulan kelas-kelas keputusan terhadap contoh-contoh dalam yang mana U’ berada.

Langkah 4. Pilih satu contoh dari U’. Dengan menggunakan ide matriks kedapatan dilihat, buat sebuah vector kedapatan dilihat (yaitu, baris atau kolom mengenai U dalam matriks kedapatan dilihat) untuk u. Sebagai contoh, vector kedapatan dilihat untuk contoh u2:aobici adalah sebagai berikut:

Langkah 5. Hitung semua yang disebut reducts relatif lokal untuk contoh u dengan menggunakan fungsi kedapatan dilihat.

Langkah 6. Bangun aturan-aturan dari reducts lokal untuk contoh u, dan revisi kekuatan dari masing-masing aturan

Langkah 7. Pilih aturan-aturan terbaik dari aturan-aturan (untuk u) yang didapat dalam Langkah 6 berdasarkan prioritasnya (Zhong dkk., 1998).

Langkah 8. kemudian kembali ke Langkah 4. Kalau tidak, terus ke Langkah 9.

Langkah 9. Jika aturan manapun dipilih dalam Langkah 7 mencakup satu contoh dengan tepat , lalu BERHENTI, kalau tidak, dengan menggunakan metode dari Bagian 2.3, pilih satu kumpulan aturan-aturan minimal yang mencakup semua contoh dalam tabel keputusan.

Rough Set with Heuristics (RSH)
RSH adalah sebuah sistem untuk seleksi sub-kumpulan sebuah atribut. Ini didasarkan atas kumpulan-kumpulan yang sulit dengan Heuristik (Dong dkk., 1999b). Perkembangan RSH tersebut didasarkan atas observasi berikut: (i) sebuah database selalu mengandung banyak atribut yang tumpang tindih dan tidak penting untuk penemuan aturan; (ii) jika atribut-pelengkapan yang tumpang tindih ini tidak dibuang, tidak hanya kompleksitas waktu dari penemuan aturan akan meningkat tapi juga kualitas dari aturan-aturan yang ditemukan dapat turun secara signifikan.

Tujuan dari seleksi atribut adalah untuk menemukan sebuah sub-kumpulan optimal dari atribut-atribut menurut beberapa kriteria sehingga satu penggolong dengan kemungkinan keakuratan tertinggi dapat disebabkan oleh sebuah algoritma belajar induktif yang menggunakan informasi tentang data yang tersedia hanya dari atribut-atribut sub-kumpulan.

Beberapa konsep dari rough set yang berhubungan dengan seleksi atribut dalam pra-pemrosesan (Pawlak, 1991). Biarkan C dan D menunjukkan kondisi dan kumpulan-kumpulan atribut dari tabel keputusan T, secara berurutan. Daerah C-positif dari D merupakan kumpulan dari semua objek-objek dari semesta U yang dapat diklasifikasikan dengan kepastian untuk kelas-kelas U/D yang mempekerjakan atribut-atribut dari C, yaitu


Dimana CX menunjukkan perkiraan yang rendah dari kumpulan X tentang C, yaitu kumpulan dari semua objek dari U yang dapat diklasifikasikan dengan pasti sebagai elemen-elemen dari X berdasarkan pada atribut-atribut dari C.
Sebuah atribut dapat dikeluarkan dalam sebuah tabel keputusan T, jika = jika tidak, atribut c dapat dikeluarkan dalam T. Satu kumpulan atribut … disebut sebuah reduct dari C jika ini merupakan sebuah sub-kumpulan atribut minimal yang memelihara kondisi Lebih jauh, kumpulan dari semua atribut yang tidak dapat dikeluarkan dalam C ditunjukkan oleh CORE( C ). Kita mempunyai

Dimana RED (C) adalah kumpulan dari semua reducts C.
Kualitas dari suatu sub-kumpulan atribut R dalam GDT-RS bergantung pada kekuatan dari aturan-aturan yang ditemukan dengan menggunakan sub-kumpulan ini. Semakin tinggi kekuatannya semakin baik sub-kumpulannya. Mencari atribut-atribut yang bermanfaat untuk mendapatkan aturan-aturan dengan rata-rata sampul yang besar dan kekuatan didasarkan atas strategi seleksi yang digambarkan.

Wednesday, 12 December 2007

Nggak lupa dong Jalan-jalan ke Borobudur

Lihat Foto aja dulu ya

Saat mengikuti Training Profesional Linux Operating Sistem di INIXINDO Yogyakarta

Saturday, 29 September 2007

Posisi Iptek


POSISI IPTEK DALAM DAKWAH
Oleh : Supratman Zakir, S. Kom,. M. Pd


Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia
(Q.S. Ali Imran : 110)


A. PENDAHULUAN

Ilmu dan Teknologi berkembangan sejalan dengan kehidupan manusia itu sendiri. Tidak ada satu bagianpun dari kehidupan manusia yang luput dari sentuhan Ilmu dan Teknologi. Dengan bekal akal pikiran yang dimiliki, manusia senantiasa berinovasi menuangkan fantasi yang ada dalam pikirannya menjadi suatu realita yang berguna bagi kehidupan. Dalam banyak hal, inovasi teknologi lahir dari sebuah tantangan .

Teknologi berasal dari kata Yunani yaitu Teknikos yang berarti dibuat dengan Keahlian. Secara luas, teknologi meliputi semua manifestasi dalam arti materil yang lahir dari daya cipta manusia untuk membuat segala sesuatu yang bermanfaat guna mempertahankan kehidupannya. Teknologi bertopang kepada ilmu-ilmu alam dan eksakta yang mewujudkan ilmu-ilmu perencanaan, konstruksi, pengamanan, tepat guna. Sedangkan dalam teknik modern meliputi bidang Industri, manajemen, perekonomian, kedokteran, fisika/kimia nuklir, kebudayaan, kesenian, politik, sosiologi, dll.

Al-qur’an tidak sedikit berbicara tentang teknologi dalam konteknya dengan aktivitas manusia lainnya, karena memang semua yang ada di dunia ini bersumber dari Al-Qur’an.

Industri kapal Nabi Nuh lahir dari sebuah tantangan bagaimana menyelamatkan kaumnya yang beriman dari banjir besar, hingga sekarang teknologi perkapalan tersebut begitu berkembang dari kapal penangkap ikan, transportasi sampai ke Kapal Perang. Teknologi manufaktur Nabi Daud dan Dzulqarnaian berupa peleburan timah dan besi untuk securitas dan berbagai keperluan seperti pembuatan baja besi dan senjata. Suatu revolusi besar terjadi dalam peradaban manusia setelah ditemukannya logam dan besi yang digunakan untuk kemaslahatan manusia mulai dari peralatan yang kecil seperti jarum sampai pada pesawat super canggih seperti Hercules, F16, Concord, Sukhoi, dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi kaca dan Marmer dimulai semenjak zaman Nabi Sulaiman, sementara teknologi Kelautan dijelaskan bagaimana Allah menganugerahkan samudra beserta isinya. Teknologi Antariksa juga kita temukan indikasinya dalam Al-Qur’an dalam Surat Ar-Rahman : 55, Allah menantang manusia untuk menejelajahi ruang angkasa dengan syarat manusia harus memiliki serta menguasai ilmu tentang itu. Semua yang dijelaskan Al-Qur’an merupakan rujukan bagi manusia untuk berupaya meningkatkan pengetahuanya dalam mengembangkan teknologi guna kemaslahatan dan kelangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Akankah ilmu dan teknologi tersebut saat ini masih berorientasi pada “Realita yang Berguna” bagi kehidupan manusia ?.


B. PERMASALAHAN

Kemajuan Ilmu dan Teknologi begitu berkembang pesat. Manusia yang dianugerahkan Allah akal pikiran merupakan pelaku sekaligus objek dari teknologi itu sendiri, akan tetapi saat ini manusia hampir (sudah) tidak lagi berada pada posisi garis orbitnya. Hal tersebut karena manusia sudah merasa mampu merencanakan, memproses bahkan menciptakan apa yang ia rasakan (inginkan), sehingga lupa dengan kekuatan yang berada diatasnya (ALLAH). Manusia lebih mementingkan Kecerdasannya (Intelekktualitas/IQ) dan melupakan tugasnya sebagai hamba di dunianya (Spritualitas/SQ) serta lupa dengan sesamanya (Emosional/EQ).

Dengan perkembangan ilmu dan teknologi dan perubahan cara pandang manusia yang tidak lagi pada garis orbitnya, akankah ilmu dan teknologi tersebut masih berorientasi pada “Realita yang Berguna” bagi kehidupan kita ?. Mampukah kita berorientasi pada “Realita yang Berguna” bagi kehidupan terhadap ilmu yang kita miliki sehingga berada pada posisi orbitnya ?. Dimana Posisi Teknologi dalam Pergerakan Mahasiswa Islam ?


(Masih adakah dunia ini jika Matahari, Bulan dan Galaksi-galaksi tidak lagi
berada pada garis orbitnya …?)



C. PEMBAHASAN

Semenjak Allah menciptakan Adam, pertama kali yang diberikan kepadanya adalah Ilmu yaitu Allah mengajarkan Nabi Adam al-asmaa’ dimana tidak satupun ciptaan Allah yang diajarkan ilmu tersebut kecuali kepada Adam. Ini mengindikasikan kepada kita bahwa yang pertama harus dipelajari oleh manusia adalah pembelajaran disamping mengetahui Tuhannya (Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Q.S. Al-Mujadilah : 11). Setelah nabi Adam berada di bumi lalu berkembang biak, beliaupun mengajarkan ilmu kepada anak-anaknya diantaranya, kepada Habil diajarkan ilmu bercocok tanam (pertanian), kepada kepada Qabil beliau mengajarkan ilmu berternak (perternakan) sehingga kedua anak beliau berhasil pada bidangnya masing-masing.

Ilmu pengetahuan dan Teknologi senantiasa memperbaharui teori dan analisis yang lampau dan berlangsung terus menerus sesuai dengan kemajuan zaman. Sampai saat ini ilmu pengetahuan dan Teknologi masih dalam keadaan antara kurang dan lengkap, antara samar-samar dan jelas, antara keliru dan mendekati kebenaran. Pada mulanya ilmu pengetahuan bersifat perkiraan; kemudian meningkat menjadi meyakinkan. Tetapi kebenaran ilmu pengetahuan itu bersifat nisbi. Tidak jarang pula kaidah-kaidah ilmiah yang pada mulanya dianggap akurat dan benar, kemudian ternyata menjadi goyah; yang pada mulanya dianggap mantap, kemudian menjadi goncang.

Dewasa ini, perkembangn Iptek tak ada yang mampu menghalanginya, dengan Teknologi Informasi, manusia saat ini seolah tidak dibatasi oleh lautan yang luas gunung yang menjulang dan jarak yang jauh. Internet, sebuah teknologi spektakuler yang dilahirkan oleh manusia telah mampu merobah sifat, prilaku bahkan kebiasaan manusia itu sendiri. Manusia hampir (tidak)lagi ber-Ilah kepada sang Pencipta yang menciptakan teknologi tersebut, kita hampir kehilangan roh, jiwa bahkan jati diri diakibatkan hasil karya kita sendiri, diakibatkan ilmu yang kita miliki dan kita seolah telah bertuhan kepada hasil cipta dan ilmu yang kita miliki.

Mencermati perkembangan sejarah dalam kaitannya dengan IPTEK, sebagai Mahasiswa yang telah mengikrarkan diri sebagai Mahasiswa Islam, memiliki komitmen dalam pergerakan dan perjuangan, memiliki Visi dan Misi yang jelas, tentu kita tidak ingin terjebak dengan kondisi dan cara pandang kebanyakan orang terhadap Teknologi.

Sebagai insan yang mampu menganalisis, mencermati dan sebagai “decision maker”, kita selayaknya dan bahkan sudah merupakan suatu keharusan, untuk menggunakan teknologi-teknologi yang telah dilahirkan manusia tersebut untuk kepentingan dan kemaslahatan ummat. Kezaliman makin merajalela yang dicover oleh teknologi, teknologi fisika/kimia nuklir digunakan untuk pemusnah massal, teknologi informasi tidak hanya digunakan hanya untuk silaturrahmi dan percepatan informasi, tapi sudah lama digunakan untuk penipuan, media perampokan dan bahkan sebagai media kejahatan terkoodinir. Tidak sedikit kezaliman di Internet, tidak sedikit penipuan via alat komunikasi (telpon, HP). Teknologi Industri Baja tidak lagi hanya untuk membuat alat transfortasi seperti pesawat, mobil, kapal tapi sudah digunakan untuk senjata pemusnah dan lain sebagainya.

Kita tidak bisa menghindar dari Teknologi, karena teknologi bagaikan angin, tiada hambatan dan tiada rintangan. Tapi, kenapa kita harus menghindar ?. Bahkan, sebaliknya kita harus memanfaatkan teknologi tersebut sebagai alat pergerakan dan perjuangan, sebagai media pengcover propoganda-propoganda yang dilancar Neo-Zionisme dan Neo-Orientalisme.

Selama ini telah dibentuk sebuah opini, adanya pemisahan antara dunia (Iptek) dengan Akhirat, dan opini tersebut secara tidak sadar dibenarkan oleh kita sehingga terjadilah kondisi seperti yang sekarang ini. Dunia barat (non Islam) dengan Teknologi-teknologi canggihnya, rata-rata mereka hidup makmur, memiliki tingkat kemampuan SDM yang tinggi, tingkat Intelegensia yang tinggi tapi rendah dalam bidang Spritualitas. Dunia Islam sibuk dengan ilmu Akherat dan melupakan Ilmu dunia (Teknologi) dan kita bisa lihat Dunia Islam mana yang mampu membendung kehendak-kehendak dunia barat ? (Al-Haqqu Bila Nizaam Yughallibul Bathil Bin Nizaam).

Sampai saat ini kita hanya bisa didekte oleh mereka-mereka yang menguasai Teknologi, padahal kita punya kekuatan yang Maha Dahsyat, dalam diri kita ada semangat jihad yang tidak mereka miliki. Tapi sayang kita tidak memiliki Teknologi sehingga kita tetap berada dalam posisi yang lemah. Kita telah melupakan sejarah Industri kapal Nabi Nuh, kita telah melupakan sejarah industri senjata Nabi Daud, kita telah melupakan sejarah Ilmu Pertanian Anak Nabi Adam, kita telah melupakan sejarah kekuasaan Nabi Sulaiman. Sejarah hanya tinggal untuk dibaca tapi tidak lagi memberi atsar (dampak) dan motivasi kepada kita untuk berbuat.

Untuk mengimbangi propaganda-propoganda yang dilancarkan Neo-Zeonisme dan Neo-Orientalesme tersebut, kita lihat kembali cara pandang kita terhadap Teknologi.
1. Kita harus meghapus dikotomi Ilmu (Dunia & Akherat) dan dijadikan satu Formula yang sama-sama penting sebagai Pemimpin di dunia ini dan sebagai hamba-Nya
2. Kita harus mampu melihat bahwa Teknologi merupakan suatu media yang harus digunakan dalam pergerakan dan perjuangan dengan menguasai teknologi.

Untuk menghindari terjadinya Crime Technology atau kejahatan teknologi, perlu diseimbangkan antara Tingkat kemampuan Intelegensia (Intellectual Quotient-IQ), Tingkat kemampuan berinteraksi sesama manusia (Emotional Quotient-EQ) serta tingkat kempuan berkomunikasi dengan Tuhan (Spritual Quotient-SQ), sehingga Teknologi tidak lagi menjadi alat penghancur, pemusnah, penipuan bagi manusia tetapi teknologi akan kembali ke garis orbitnya yaitu “realita yang berguna” bagi kehidupan manusia.

Islam, agama yang universal, memiliki pandangan yang luwes, fleksibel terhadap Teknologi, bahkan merupakan anjuran dan tantangan bagi manusia untuk menguasai teknologi, dan untuk menghindarai dari timbulnya sifat manusia yang selalu merasa diri benar, besar dan meraka berkuasa sehingga apa yang telah diraihnya akan mendatangkan mudharat bagai yang lainnya maka islam telah memberi formula yang sangat ampuh diantara, Rukun Iman dan Islam (lampiran).

Selama ini kita hanya hafal akan Rukun Iman dan Rukun Islam tapi tidak pernah menggunakan rukun iman dan Islam tersebut sebagai barometer dalam memandang kehidupan khususnya yang berkaitan dengan Teknologi guna mengimbangi kemajuan Ilmu dan Teknologi.

Kita sudah berhasil, memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, tapi kita tidak memiliki loyalitas, komitmen, kejujuran dan kepekaan serta tingkat komunikasi kita dengan Tuhan rendah maka hati kita akan buta dan dari sinilah akan timbul orang-orang yang berkhianat, orang-orang yang lupa dengan sesamanya. Sebaliknya Tingkat Kemampuan Intelektualitasnya Tinggi, punya komitmen, punya loyalitas serta punya kepekaan yang tinggi tapi lupa dengan Tuhannya maka akan timbul orang-orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Tuhan yang akhirnya koruptor dan dictator akan mencuat. Begitu juga Tingkat kepekaan sesama sangat bagus, tingkat hubungan dengan Tuhan sangat tinggi tapi tidak memiliki tingkat kemampuan Intelegensia yang memadai maka akan timbul orang-orang petapa, yang melupakan kehidupan dunia, melupakan inovasi, melupakan perubahan, padahal sebaik-baiknya manusia adalah yang manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Manusia yang parupurna yaitu manusia yang memiliki tingkat Intelegensia yang memadai, tingkat kemampuan berinteraksi dengan sesama yang baik serta manusia yang memiliki hubungan dengan Tuhan yang harmonis. Manusia-manusia inilah yang akan mampu mengimbangi propaganda-propoganda yang dilancarkan oleh dunia non islam saat ini dan dimasa-masa akan datang.



D. KESIMPULAN
1. Mantapkan komitmen tiada hari tanpa belajar dan dakwah
2. Kuasai Teknologi untuk media pergerakan dan Perjuangan
3. Hilangkan Dikotomi pemisahan Ilmu dalam mempelajarinya dan mantapkan bahwa kedua-duanya harus dikuasai.
4. Jadikan Rukun Iman dan Rukun Islam sebagai barometer dalam proses pencapaian Ilmu dan teknologi
5. Tingkatkan Kemampuan Intelektul dengan terus belajar. Kemampuan berinteraksi dengan loyalitas, kejujuran, kepekaan sesama serta meningkatkan kualitas dan kuantitas kemampuan berhubungan dengan Allah.